Bobocabin Coban Rondo
Kota Malang menjadi destinasi pilihan aku dan suami menghabiskan cuti pertama tahun ini. Saat sedang berselancar di internet mencari penginapan di Malang, muncullah nama Bobocabin Coban Rondo, penginapan dengan konsep kabin-kabin kayu di tengah hutan. Makin dilihat-lihat dan ditelusuri malah makin kepincut. Jadilah diputuskan kami akan menginap di sana.
Berbeda dengan hotel atau penginapan umumnya, booking kamar di Bobocabin dan Bobopod menggunakan aplikasi khusus bernama Bobobox. Melalui aplikasi ini juga nantinya kami akan check in, check out, buka pintu kamar, pesan makanan dan penggunaan fasilitas lainnya. Terdapat beberapa tipe kabin yang dapat dipesan seperti Deluxe Cabin, Deluxe Cabin with View, Executive Cabin, dan Deluxe Cabin Hot Tub with View. Kami memesan tipe Deluxe Cabin with View.
21 Juli 2026
Kereta kami sampai di Malang pukul 03.15 dini hari. Dan karena waktu check in masih pukul 14.00, kami berencana menitipkan tas dulu di Bobocabin. Sesuai namanya, jalan menuju Bobocabin Coban Rondo memang searah dengan jalan menuju air terjun Coban Rondo. Jalan yang tidak terlalu lebar dan teduh karena banyak pepohonan di kanan kiri membuat perjalanan terasa lebih syahdu. Saat kami tiba, cuaca cerah dan angin berhembus cukup kencang membawa hawa sejuk cenderung dingin khas dataran tinggi. Setelah beres menitipkan tas dan melihat-lihat sebentar suasana sekitar Bobocabin, kami beranjak menuju destinasi main hari itu, Santerra de Laponte dan Jatim Park 3.
![]() |
| pemandangan dari area titik pandang Bobocabin |
![]() |
| Jatim Park 3 |
Puas main seharian, kami sampai di Bobocabin lagi saat sudah gelap. Dengan panduan petugas Bobocabin, kami check in melalui aplikasi. Tidak menggunakan kunci mekanik ataupun kartu, kami membuka pintu kabin dari luar dengan cara scan QR code yang muncul di aplikasi setelah proses check-in. Begitu masuk kabin kami disambut suara dari speaker kabin, ucapan selamat datang dari Bob, maskot Bobocabin dan Bobopod yang otomatis aktif saat tamu check-in ataupun check-out.
Kamar kabin yang kami pilih memiliki fasilitas 1 king-size bed dengan smart window besar di samping tempat tidur, kamar mandi dalam, dan beranda/dek yang dilengkapi dengan meja dan sepasang kursi di bagian luar. Fasilitas lain seperti AC, hair dryer, bathroom amenities dan kettle jug juga tersedia. Terpisah dari kabin, disediakan pula dapur bersama dan area komunal yang dilengkapi dengan fire pit.
Bagian yang cukup menarik dari kabin-kabin ini adalah jendelanya, smart window dengan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) yang bisa mengubah mode buram (opaque) pada kaca menjadi mode bening transparan (clear). Fitur ini dapat diatur melalui tablet pintar yang ada di dalam kabin (B-Pad) maupun dari aplikasi Bobobox di ponsel setelah check-in. Selain itu, pencahayaan/mood lamp dan fitur sleep meditation/white noise dalam kamar pun bisa diatur melalui perangkat yang sama. Karena penasaran, aku pun mencoba-coba fitur-fitur itu wkwk
| ganti mood lamp jadi warna ungu wkwk |
22 Juli 2026
Pagi itu dari jendela kamar, kami menyaksikan pemandangan matahari terbit yang menakjubkan, cantik sekali. Ingin menikmati pagi tak hanya dari balik jendela, kami membuat teh dan sarapan di beranda. Tapi angin berhembus kencang membawa hawa dingin yang menggigit membuat kami tak betah berlama-lama di luar ruangan.
![]() |
| selamat pagi |
![]() |
| matahari terbit |
![]() |
| sarapan |
Liburan kali ini tidak terasa buru-buru ingin ke sana-sini. Diam dan bersantai di kabin pun rasanya cukup menyenangkan. Barangkali karena pemandangan dari dalam kabin pun sudah menyegarkan mata. Menjelang siang kami baru beranjak jalan-jalan. Hari itu, kami pergi ke Wisata Dusun Kuliner dan Museum Angkut.
Kami kembali ke kabin menjelang senja. Niatnya mau pesan menu steamboat dan makan malam di beranda sambil menikmati lampu-lampu kota di bawah sana. Tapi lagi-lagi angin kencang membawa hawa super dingin membuat kami tak sanggup berada di luar. Akhirnya kami makan di dalam wkwk
23 Juli 2026
Hari terakhir di Malang. Hari itu kami memilih benar-benar bersantai di kabin sampai waktunya check out. Menikmati pagi yang tenang dan damai. Menyaksikan matahari terbit, sarapan di beranda, berjalan-jalan di sekitar kabin ditemani suara burung dan desir angin yang menggoyangkan pepohonan.
Hampir pukul 12.00 saat akhirnya kami benar-benar check-out dari Bobocabin. Rasanya masih ingin tinggal, tapi kami harus kembali.
Destinasi terakhir kami hari itu adalah kembali mengunjungi Jatim Park 2 dan Museum Satwa setelah 8 tahun. Ternyata sekarang sudah ada komodo dan red panda. Senang sekali bisa lihat komodo dan red panda dari dekat. Barulah setelah dari sana kami beranjak ke stasiun. Pulang ke Jogja.
Bobopod
Kereta yang membawa kami pulang ke Jogja sampai di Stasiun Tugu saat tengah malam. Sebenarnya bisa saja kami memesan taksi untuk pulang ke rumah. Tapi kami sengaja tidak langsung pulang karena ingin mencoba menginap di Bobopod Malioboro.
![]() |
| Malioboro saat tengah malam |
Bobopod adalah hotel kapsul berkonsep ruang tidur personal (pod). Bentuknya berupa kotak (box) berukuran ringkas dan ergonomis. Terdapat tipe Sky (posisi atas) dan Earth (posisi bawah). Kami memilih tipe Earth Double, satu pod untuk dua orang dengan posisi di bawah.
![]() |
| Tipe Sky dan Tipe Earth |
![]() |
| bagian dalam kamar |
Karena ini hotel kapsul, maka tidak tersedia kamar mandi dalam. Area kamar mandi dan toilet terpisah untuk pria dan wanita. Tersedia pula fasilitas komunal seperti musala, pantry dan lounge. Saat berada di sekitar area pod dan fasilitas komunal, tamu wajib memakai sandal yang disediakan Bobopod. Terdapat loker untuk menyimpan sepatu dan alas kaki lain milik para tamu.
![]() |
| kamar mandi dan toilet |
![]() |
| loker dan sandal dari Bobopod |
Untuk check-in, check-out dan penggunaan fasilitas kamar yang lain caranya sama persis seperti di Bobocabin. Yang membedakan Bobocabin dan Bobopod hanyalah konsep ruang, lokasi dan tentu saja pengalaman menginapnya. Konsep ruang Bobocabin adalah berupa kabin modular yang berada di alam terbuka, cocok untuk healing atau staycation. Sedangkan Bobopod berkonsep hotel kapsul yang berada di pusat kota atau dekat dengan area bisnis. Bobopod cocok untuk pelancong bisnis, backpacker atau orang-orang dengan mobilitas tinggi. Keduanya bisa dipilih sesuai kebutuhan.
![]() |
| langit pagi dari balik gedung-gedung |
Setelah cukup beristirahat di Bobopod, kami menyempatkan diri jalan-jalan di area Malioboro sekalian sarapan. Kami masuk ke Pasar Beringharjo, Teras Malioboro, menyusuri gang-gang di sekitarnya, dan melihat gedung-gedung lama yang biasanya tidak pernah kami perhatikan saat lewat.
Kembali ke Bobopod kami pun bersiap-siap untuk check out. Seperti halnya saat check-in, saat check-out Bob si maskot akan aktif kembali mengucapkan salam perpisahan. Setelah beberapa hari, rasanya udah akrab aja sama si Bob wkwk.
Experience menginap di Bobocabin dan Bobopod ternyata seru dan cukup menyenangkan bagi kami. Sepertinya kapan-kapan bolehlah nyobain Bobocabin di kota-kota lainnya.
Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Sampai bertemu di cerita-cerita berikutnya!
P.S.: Sayang sekali tidak bisa menyertakan video timelapse matahari terbitnya, padahal langitnya cantik sekali 😍










































































