Selasa, 21 Februari 2023

Di Penghujung Hari Itu





"Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak akan percaya itu." 
- Ali bin Abi Thalib -

Pernah kujumpai satu hari yang terasa panjang dan melelahkan. Di perjalanan pulang, tanpa sengaja aku bertemu seseorang yang sudah lama tak kujumpai. Dia menyapaku dan seolah mengerti apa yang terjadi, dia mengatakan hal-hal yang saat itu sangat aku butuhkan. Tak berlebihan, terdengar relevan dan menyejukkan.

Seringkali kita berada merasa perlu divalidasi atas apa yang kita lakukan. Meskipun sebenarnya hal itu tak selalu perlu. Karena sekali lagi, yang mengenal baik apa adanya kita akan mengerti, dan yang membenci akan sibuk mencari alasan untuk mencaci.

Di penghujung hari itu, aku pulang ke rumah dengan hati ringan. Menyadari betapa Allah begitu sayang. Karena betapapun banyak hal yang memberatkan, bila kita meminta, maka Allah akan mampukan dan beri jalan.

***
Unggahan hari ke-19 #30haribercerita

Aku masih ingat tentang hari itu. Bagaimana Allah secara instan berikan penghiburan lewat cara yang tak disangka-sangka. Saat pikiran benar-benar gaduh, hati benar-benar penuh. Tapi hanya dalam hitungan menit lewat perjumpaan dengan seorang yang berpikir bijaksana, Allah ringankan segalanya.

Bibliosmia


Sumber bibliosmia-ku


Siapa yang suka bau buku baru? Aku! 😆

Aku selalu antusias setiap kali membeli buku baru. Setelah disampul rapi, buku akan kudekatkan dengan hidung lalu kubuka cepat lembarannya seperti mesin penghitung uang agar aroma bukunya menguar.

Belakangan aku tahu kalau ada istilah untuk bau buku ini. Bibliosmia. Berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti "buku" dan "bau/aroma". Aroma pada buku ini muncul dari perpaduan berbagai senyawa kimia bahan pembuatan buku seperti kertas, tinta, juga perekat yang digunakan. Perbedaan bahan pembuatan kertas/buku yang digunakan akan menyebabkan aroma yang berbeda pula. Hal ini menjadikan aroma tiap-tiap buku bisa saja berbeda. Semakin lama umur sebuah buku, biasanya aromanya pun makin kuat.

Bibliosmia adalah pengalaman yang hanya dijumpai ketika membaca buku fisik. Pengalaman ini tidak akan didapatkan pada e-book atau buku elektronik. Mungkin ini salah satu alasan mengapa buku fisik masih digemari hingga kini.

Yang menarik adalah fakta bahwa aroma buku ternyata ditetapkan sebagai warisan budaya dunia non benda oleh UNESCO. Mantap!

***
Unggahan hari ke-16 #30haribercerita

Judul asli dalam unggahan adalah BBB [Bau Buku Baru]. Untuk beberapa alasan aku mengubah judulnya di unggahan blog.

Senin, 20 Februari 2023

Bagaimana Jika







"Jika Allah mengabulkan doaku, maka aku berbahagia. Tapi jika Allah tidak mengabulkan doaku, maka aku lebih berbahagia.
Karena yang pertama adalah pilihanku, sedangkan yang kedua adalah pilihan-Nya."
- Ali bin Abi Thalib -

Kalimat itu terasa indah saat pertama kali membacanya. Tapi bagaimana saat menjalaninya? Mudah bagi kita untuk bersyukur (dan berbahagia) ketika apa yang menjadi doa kita dikabulkan. Tapi bisakah kita tetap bersyukur (dan berbahagia) ketika doa-doa kita tidak jua terkabul?

Seringkali kita berasumsi bila kita mendapat yang diharapkan atau doa kita yang dikabulkan adalah rezeki yang patut disyukuri, sedang yang tidak kita dapatkan berarti bukan rezeki kita. 

Tapi bagaimana jika hati yang tetap bersabar, upaya berulang kali tidak merutuki apa yang terjadi, juga menahan diri dari komentar orang yang menyakitkan hati adalah bentuk rezeki lain yang patut kita syukuri? Bagaimana jika semua hal berat yang kita rasakan, kekecewaan, kesedihan dan kehilangan ternyata menuntun kita pada rezeki kesabaran dan kesyukuran sebagai hadiahnya?

Karena boleh jadi bila semua doa dikabulkan dan kita mendapat semua yang kita inginkan, kita tidak akan menyadari banyak hal lain yang juga patutnya disyukuri. Hal-hal kecil yang seringkali terlewat karena dianggap biasa di kehidupan sehari-hari. Boleh jadi begitu kan?


***
Unggahan hari ke-15 #30haribercerita

Pindah




Seberapa sering kita bertahan di tempat yang tidak kita inginkan? Di tempat yang tidak memberikan kenyamanan. Tempat di mana kita merasa tidak bisa berkembang. Stuck dan tidak bahagia.

Seberapa ingin kita pindah?

Ke tempat yang kita butuhkan. Tempat di mana ada ruang untuk diri sendiri. Untuk merasa nyaman. Bertumbuh. Berdaya. Tertawa. Diterima. Tanpa tekanan. Tanpa keharusan.

Seberapa yakin kita akan pindah?

Bukan hal mudah menemukan keberanian. Keputusan pindah juga tidak untuk disesalkan. Pada akhirnya, ada hal lain yang akan didapat sebagai pelajaran. Pindah, tidak hanya menawarkan tempat yang dibutuhkan untuk merasa nyaman. Lebih dari itu, pindah adalah ruang untuk bertumbuh, berkarya, tertawa, dan menilai sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Juga mungkin, ruang untuk mulai memaafkan pun menerima.

***
Unggahan hari ke-12 #30haribercerita

Minggu, 19 Februari 2023

The Things You Can See Only When You Slow Down



Waktu itu aku sedang ingin berjalan-jalan di toko buku sendirian. Cover buku cantik dengan judul menarik selalu membuatku tertarik. Bukunya sudah dibuka. Aku acak saja membuka halamannya. Dan tanpa sengaja menemukan kata-kata yang saat itu sedang sangat kubutuhkan.

Bab Enam, Kehidupan. Sub bab: Tiga Wawasan yang Membebaskan.

Pertama, orang-orang tidak sepeduli itu dengan diri saya daripada yang selama ini saya kira.

Kedua, tidak semua orang harus menyukai saya.

Ketiga, jika kita benar-benar jujur pada diri sendiri, kebanyakan hal yang kita lakukan demi orang lain sesungguhnya kita lakukan untuk diri kita sendiri.

Buku itu berkata, "Berhentilah mengkhawatirkan apa yang orang lain pikirkan dan lakukan apa pun yang hati kita inginkan. Jangan penuhi batin kita dengan begitu banyak "seandainya". Bebaskan hidup kita dan akuilah keinginan kita. Hanya saat kita bahagia, kita baru bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih membahagiakan."

Dan begitulah, sebuah buku tiba-tiba bisa menjadi kawan baikku.

***
Unggahan hari ke-9 #30haribercerita

Rabu, 08 Februari 2023

33


2022, tahun menjadi 33


33 jumlah ruas tulang belakang manusia.
33 derajat skala Newton adalah ketika air mendidih.
33 kali pengulangan zikir selepas sholat.

33 menjadi angka yang penting. Begitukah?

Ya, menjadi 33 mungkin penting bagiku. Tahun saat aku menjadi 33 adalah tahun di mana banyak hal terjadi. Banyak emosi bermunculan. Sedih, senang, antusias, marah, kecewa, lelah semua bercampur baur di tahun yang sama.

Menjadi 33 bagiku adalah tentang penerimaan. Menerima bahwa tidak semua hal berjalan ideal, seperti yang kau bayangkan, yang kau inginkan. Bahwa ada hal-hal di dunia ini yang di luar kendali kita.

Tapi, penerimaan kali ini, di 33, membawa perbedaan. Bahwa yang kau terima terjadi padamu tidak lantas menjadikanmu menanggung semuanya sendirian. Lepaskan yang bukan tanggung jawabmu. Ambil bagian yang memang bagianmu saja. Karena, menjadi baik pada dirimu sendiri itu penting.

***
Unggahan hari ke-3 #30haribercerita

Minggu, 05 Februari 2023

30 Hari Bercerita

Aku mengawali tahun 2023 dengan ikut #30haribercerita, sebuah tantangan menulis di caption instagram 30 hari berturut-turut selama bulan Januari. Sempat ragu dan khawatir tidak mampu menyelesaikan tantangan sampai akhir. Dan ketika akhirnya mampu menyelesaikan tantangan, rasanya luar biasa.

Menyenangkan bisa menulis lagi. Meski di tengah jalan sempat stuck dan gak tau mau nulis apa lagi, pada akhirnya ide-ide itu muncul lagi. Tidak mudah menemukan ide untuk dapat ditulis setiap hari. Belum lagi harus memilih foto yang cukup relevan dengan tulisan. Beberapa tema yang disodorkan #30haribercerita cukup menguras pikiran 😂 meski harus diakui tema-tema itu membantu sekali saat otak sedang kehabisan ide. Sedikit paksaan yang menyenangkan.

Seperti yang kutulis di postingan hari terakhir #30haribercerita, ikut tantangan menulis ternyata membangkitkan memori menyenangkan saat menulis. Aku belajar banyak hal baru, menuangkan imajinasi [terutama saat tema melanjutkan cerita Si Budi 😂] serta mengingat-ingat cerita seru di masa lalu. Dan seperti yang sudah kutulis juga, kurasa aku akan mulai menulis di blog lagi. Sebulan sekali rasanya cukup untuk sekarang. Tidak muluk-muluk, bisa konsisten menulis rasanya cukup.

Ah ya, sepertinya aku juga akan menulis ulang beberapa tulisanku untuk #30haribercerita kemarin. Tulisan yang kusukai, untuk beberapa alasan.

Jadi, selamat membaca 🙂


Februari, 2023