Rabu, 05 November 2025

Kenapa Ayah Tidak Minta Maaf?

Sumber: Pinterest

Beberapa waktu lalu aku menuntaskan drama korea Hospital Playlist season 1, salah satu drama dalam daftar panjang yang ingin kutonton. Banyak yang bilang kalau suka drama Reply 1988 harus nonton Hospital Playlist juga. Dan begitulah, aku akhirnya menonton juga. Kolaborasi Lee Woo Jung sebagai penulis skenario dan Shin  Won Ho sebagai sutradara dalam kedua drama tersebut membuat vibes Reply 1988 dan Hospital Playlist ini memang serupa. Hangat, humanis dan realistis. 

Meskipun secara personal aku lebih menyukai Reply 1988, Hospital Playlist tetap punya daya tarik tersendiri. Drama ini menceritakan tentang persahabatan lima orang dokter dengan spesialisasi berbeda yang bekerja di satu rumah sakit dengan beragam problematikanya. Secara keseluruhan drama ini menyajikan banyak dinamika hubungan antar manusia. Tapi tentu saja aku tidak akan menulis tentang semua dinamika itu di sini. Aku hanya akan menulis tentang beberapa adegan yang menurutku cukup menarik. Menarik di sini tentulah personal sifatnya. Bisa jadi ada banyak hal lain di drama ini yang lebih menarik bagi orang lain.

Aku ingat ada sebuah adegan di episode 5 ketika pasien yang juga seorang ayah meminta maaf kepada putrinya karena putrinya telah mendonorkan lever untuknya. Adegan itu mungkin tampak sederhana dalam drama, tapi cukup mengharukan dan aku termenung lama karenanya. Seorang ayah meminta maaf pada putrinya. Indah sekali. Sayangnya tidak semua ayah memiliki cukup keberanian untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Di episode 9 ada (lagi-lagi) seorang ayah yang merasa bersalah karena putrinya sakit lalu berusaha mati-matian untuk diet dan hidup sehat demi bisa menjadi donor lever untuk putrinya. Ayah itu memohon kepada dokter untuk mengoperasinya agar bisa menjalani perannya sebagai ayah dengan benar. Dan lagi-lagi aku tertegun cukup lama. Ingin menjalani peran ayah dengan benar, kalimat yang terdengar tidak muluk-muluk namun sayangnya terasa jauh.

Meski tidak berfokus pada hubungan ayah dan anak, Hospital Playlist season 1 menyajikan beberapa kisah ayah dan anak yang sukses hadirkan rasa haru. Menonton episode demi episode memunculkan tanya dalam diriku. Kenapa ayah tidak pernah minta maaf padaku? Kenapa ayah tidak berusaha menjalani perannya dengan benar? Pertanyaan-pertanyaan yang pada akhirnya berujung overthinking. Kupikir di Indonesia pada khususnya banyak anak yang memiliki pertanyaan yang sama denganku. Tumbuh dalam lingkungan yang boleh dibilang fatherless membuat aku (dan mungkin anak-anak Indonesia yang lain) merasa asing dengan pemandangan ayah yang hadir secara utuh untuk anaknya.

Meski belum jadi orang tua, tentu aku berharap banyak generasiku dan generasi setelahku yang akan memutus rantai fatherless dan hadir secara utuh untuk anak-anak mereka. Agar tidak ada lagi anak-anak yang tumbuh tanpa mengenal peran sosok seorang ayah.



Tulisan ini sebenarnya dibuat beberapa bulan lalu. Belum selesai memang, dan berhenti sebagai draft. Beberapa hal membuatnya sulit untuk diteruskan. Tapi akhirnya, tulisan ini kuselesaikan dengan cepat dan ku post.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar